30 Hape China Merek Lokal Siap Banjiri Pasar Dalam Negeri

30 Hape China Merek Lokal Siap Banjiri Pasar Dalam Negeri

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2012 14:53 WIB
30 Hape China Merek Lokal Siap Banjiri Pasar Dalam Negeri
Jakarta - PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk akan semakin gencar mengeluarkan ponsel murah berbasis Andoid. Komisaris Utama TiPhone, Hengky Setiawan menyebut, produknya adalah ponsel lokal meski bukan hasil produksi dalam negeri.

"Hape China tapi merek lokal. Dengan menjual seperti itu, murah punya," kata Hengky saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (11/1/2012).

TiPhone yang Kamis (12/1/2012) akan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), semakin gencar melahirkan produk canggih dengan harga murmer (murah meriah). Akan ada 30 item ponsel baru yang siap ditawarkan kepada masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa diantaranya ponsel pintar (smart phone) berbasis Android. "Minimal ada 30 item. Harganya paling mahal Rp 1,5 juta. Termurah Rp 500 ribu. Kita kerja sama dengan China, dengan sistem qualcom," tambahnya.

Hengky pun optimis dapat menjual satu juta ponsel baru di 2012. Mengingat, tidak seluruh masyarakat Indonesia tergolong mampu dan membeli ponsel berbasis Apple (Iphone) ataupun Blackberry.

"TiPhone mainnya di low end punya. Dan kebetulan pasar Indonesia bisa caping. Hape meledak, dan enggak semua sanggup main ke BB (Blackberry). Tapi di low, dengan standar Rp 500 ribu-Rp 1 juta," tegas Hengky.

Banyak anggapan ponsel China-merek lokal adalah produk murahan. Namun Hengky menyangkal, itu tidak termasuk produk-produk TiPhone.

"Kita punya jaringan ritel 200 toko. Punya Branch Office di 120 kota. Juga jadi service center," paparnya.

"Kita sebut ini produk lokal karena semua kita kelola sendiri. Service orang lokal. Marketing. Semua. Kita mem-branding. OEM (Original Equipment Manufacturer), jadi ga perlu bayar royalti apapun," imbuhnya.

Baginya, tidak ada pembedaan merek besar seperti Blackberry, Apple dengan ponsel China di pasaran. "Merek-merek besar Nokia, Apple semua dari China. Sudah baik disana, ada transfer knowledge. Kalau branded itu high quality control. Kalau China, ada kelolosan satu-dua. Kalah-kalah aja dikit," pungkasnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads