"PLN akan menyalurkan tenaga listrik sebesar 165 MVA ke Posco dengan tingkat layanan utama atau premium service. Kesepakatan jual-beli tenaga listrik antar PLN dengan Krakatau-Posco menunjukan bahwa pelaku bisnis memiliki kepercayaan yang tinggi kepada kemampuan PLN untuk menyalurkan tenaga listrik bagi pengembangan pabriknya dengan mutu layanan di minta," kata Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin Direktur dalam acara Jual Beli tenaga listrik layanan premium PT Krakatau Posco di kantor PLN, Jakarta, Jumat (17/2/2012)
Rencananya pasokan listrik PLN itu akan dimulai dilakukan pada akhir tahun ini pada November 2012 sebagai tahap I. Kemudian tahap kedua dilakukan Juli 2013 dan tahap III Januari 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murtaqi mengatakan kerjasama ini ini akan berlangsung selama 10 tahun dan dimungkinkan akan diperpanjang kembali sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.
Seperti diketahui, Posco (Korea Selatan) dan Krakatau tengah membangun pabrik baja berkapasitas 6 juta ton per tahun yang sempat mengalami kendala sengketa tanah dengan pemerintah kota Cilegon. Kini pihak pemerintah Cilegon dan Krakatau Posco telah menyelesaikan sengketa itu dengan cara tukar guling.
Pembangunan pabrik patungan itu akan dilakukan dua tahap dan menelan dana hingga US$ 6 miliar dengan kapasitas 6 juta ton baja per tahun.
Untuk tahap pertama akan dibangun pabrik berkapasitas 3 juta ton yang akan selesai di 2013 dengan investasi US$ 2,5-3 miliar yang akan menghasilkan produk-produk seperti HRC (hot rolled coil), slab, dan plate.
Sedangkan untuk tahap kedua akan dilakukan konstruksi di 2011 dengan kapasitas 3 juta ton, sehingga total pembangunan dari tahap pertama dan kedua dilakukan selama 5 tahun. Dari jumlah produksi di tahap kedua sebanyak 30% akan diekspor ke Vietnam untuk memenuhi pabrik baja Posco yang memproduksi baja hilir.
(hen/dnl)











































