"Kenaikan BBM tidak berdampak signifikan pada pertumbuhan industri. Tapi mungkin akan sedikit melambat," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (5/3/2012).
Ia menjelaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi pertumbuhan manufaktur non migas dapat tumbuh 7% di 2012. Meski realisasi pertumbuhan di sektor ini baru 6,85%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, langkah kenaikan dua instrumen yang bersamaan akan memukul pelaku usaha. Untuk itu penting bagi Hidayat membawa aspirasi ini ke Kementerian Keuangan.
"Saya sudah bicara dengan Menkeu agar kenaikan TDL dapat dilakukan secara bertahap. Agar tidak memberatkan," ucap mantan Ketua Kadin Indonesia ini.
Seperti diketahui, pemerintah sudah mengajukan kenaikan harga BBM subsidi kepada DPR sebesar Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Pemerintah ingin harga BBM ini naik sebelum 1 April 2012.
(wep/dnl)











































