Komoditas impor yang tumbuh subur pada bulan Maret ini adalah kendaraan dan komponennya, dengan pertumbuhan 68,6% dari bulan sebelumnya yang hanya senilai US$ 55,9 juta menjadi US$ 150 juta.
Pada bulan Januari 2012, nilai ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu sebesar US$ 1,36 miliar, tetapi nilai impor Indonesia dari China justru 2 kali lipat yaitu sebesar US$ 2,52 miliar, maka terjadi defisit sebesar US$ 1,16 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan itu, hampir semua komoditas mengalami penurunan dalam impor, hanya saja komoditas plastik dan barang dari plastik asal China tumbuh sebesar 51% dibandingkan bulan Januari dengan nilai US$ 71 juta dari sebelumnya US$ 47 juta pada bulan Januari.
Defisit perdagangan Indonesia-China pun semakin lebar pada bulan Maret 2012, di mana nilai ekspor Indonesia ke China sebesar US$ 2,05 miliar, sementara impornya sebesar US$ 2,25 miliar atau defisit US$ 202 juta.
Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto menyatakan defisit perdagangan Indonesia 2011 semakin besar jika dibandingkan tahun 2010. Pada tahun 2010, defisit perdagangan Indonesia-China sekitar US$ 2 miliar, kemudian membengkak menjadi US$ 3 miliar pada tahun 2011.
(nia/hen)











































