Impor Kendaraan Melonjak, RI Makin Tekor Dagang dengan China

Impor Kendaraan Melonjak, RI Makin Tekor Dagang dengan China

- detikFinance
Kamis, 03 Mei 2012 11:15 WIB
Impor Kendaraan Melonjak, RI Makin Tekor Dagang dengan China
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan Indonesia-China pada triwulan I-2012 ini sebesar US$ 1,6 miliar. Total nilai ekspor Indonesia ke China dalam 3 bulan sebesar US$ 5 miliar, sementara nilai impornya US$ 6,6 miliar.

Komoditas impor yang tumbuh subur pada bulan Maret ini adalah kendaraan dan komponennya, dengan pertumbuhan 68,6% dari bulan sebelumnya yang hanya senilai US$ 55,9 juta menjadi US$ 150 juta.

Pada bulan Januari 2012, nilai ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu sebesar US$ 1,36 miliar, tetapi nilai impor Indonesia dari China justru 2 kali lipat yaitu sebesar US$ 2,52 miliar, maka terjadi defisit sebesar US$ 1,16 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pada bulan Februari 2012, nilai ekspor Indonesia ke China US$ 1,58 miliar dengan nilai impor US$ 1,89 miliar, masih terjadi defisit sebesar US$ 310 juta.

Pada bulan itu, hampir semua komoditas mengalami penurunan dalam impor, hanya saja komoditas plastik dan barang dari plastik asal China tumbuh sebesar 51% dibandingkan bulan Januari dengan nilai US$ 71 juta dari sebelumnya US$ 47 juta pada bulan Januari.

Defisit perdagangan Indonesia-China pun semakin lebar pada bulan Maret 2012, di mana nilai ekspor Indonesia ke China sebesar US$ 2,05 miliar, sementara impornya sebesar US$ 2,25 miliar atau defisit US$ 202 juta.

Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto menyatakan defisit perdagangan Indonesia 2011 semakin besar jika dibandingkan tahun 2010. Pada tahun 2010, defisit perdagangan Indonesia-China sekitar US$ 2 miliar, kemudian membengkak menjadi US$ 3 miliar pada tahun 2011.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads