Kemudahan ini tertuang dalam kerjasama Technical Cooperation Program antara BSN (Badan Standardisasi Nasional) dengan KAN (Komite Akreditasi Nasional) dengan Saudi Arabia melalui Saudi Standards, Metrology, And Quality Organization (SASO).
Kepala BSN, Bambang Setiadi mengungkapkan adanya kerjasama ini dapat memudahkan dan memperlancar produk-produk perdagangan antara Indonesia dan Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regulasi perdagangan Indonesia ke Arab Saudi tak lagi disulitkan dengan adanya pengecekan standar di negari kaya minyak itu, karena menurut Bambang saat ini BSN sudah memiliki Laboratorium yang bisa memenuhi standar produk yang bisa dijual di Saudi Arabia.
"Dulu kalau kita mau kirim barang ke Arab, disana di cek di lab nya dia, sekarang semakin mudah, kita sudah bisa ngecek di lab disini yang standarnya sudah disesuaikan," paparnya.
Lebih lanjut lagi, Bambang menyebutkan hal ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, terlebih, Arab Saudi merupakan negara yang sangat kaya. "Arab itu penting, karena dia kaya, dia bisa beli barang barang kita, mainan anak, tekstil, elektronik, mereka hanya mau beli barang-barang yang ada standar mereka," ungkap Bambang.
Namun, produk dalam kerjasama ini produk tidak mencakup minyak mentah, makanan, peralatan medis dan obat-obatan serta produk yang diregulasi oleh pemerintah Republik Indonesia.
Bambang kemudian menuturkan pentingnya kerjasama ini karena mengingat angka ekspor ke Saudi Arabia yang tahun ke tahun semakin meningkat. "Kerjasama ini penting, mengingat ekspor Indonesia meningkat, tahun 2003 ekspor Indonesia ke Arab mencapai US$ 434,3 juta dan naik menjadi US$ 944,24 pada tahun 2007," tutupnya.
(zlf/hen)











































