"Kita berencana bisa bangun pabrik di Kazakhstan ini," ungkap Direktur Utama Indofarma Djakfarudin Junus ketika ditemui di Astana, Khazakstan, Selasa (22/5/2012).
Ia mengungkapkan, butuh dukungan dari pemerintah RI sendiri dalam proses ijin hingga masalah pajak. Pembangunan pabrik di Khazakstan ini merupakan rencana perseroan kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Junus, kebutuhan obat-obatan di Kazakhstan sangat minim. 100% obat masih impor dari China.
"Nilainya mencapai US$ 1 miliar. Pangsa pasar ini yang akan kita raih, karena China sendiri tidak bisa menjamin pasokan obat yang halal," jelasnya.
Lebih jauh Junus mengatakan, kebutuhan obat dalam negeri sendiri akan terus bertambah. Maka perseroan berencana menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru di RI.
"Produksi kita 2 miliar tablet obat generik, nanti jika ada BPJS akan dibutuhkan 3 kali lipat tablet sehingga mencapai 6 miliar," tutup Junus.
(dru/ang)











































