Dasep tak khawatir dengan kesiapan infrastruktur untuk menopang mobil listrik di Indonesia. Menurutnya, keberadaan jaringan listrik di Indonesia sudah tersebar di berbagai pelosok di Indonesia.
Dengan kata lain, teknologi pengisian atau charge mobil listrik sudah bisa diterapkan secara mudah. Bahkan, mobil listrik bisa di-charge di rumah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil listrik garapannya butuh waktu 5-6 jam untuk di-charge dengan daya tempuh hingga 126 km. "Untuk charge 5-6 jam, di level 2 bisa di rumah, untuk fast charge hanya 30 menit," katanya.
Ia menambahkan mobil listrik yang ia kembangkan memiliki kemampuan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Untuk mobil sekelas city car, untuk menempuh 7,5 km hanya butuh 1 Kwh.
"Itu rata-rata, ada yang bisa lebih, kalau mobilnya lebih ringan. Sekarang saja tarif 1 Kwh hanya Rp 730," katanya.
Dasep juga menjelaskan kelebihan mobil listrik, selain bebas polusi, getaran mesin tak terlalu terasa. Perawatan untuk ke bengkel pun relatif lebih lama, apalagi tingkat efisiensi bahan bakar sangat hemat.
"Efisiensinya hampir seperlima dari mobil konvensional. Apalagi dibandingkan dengan BBM non subsidi, perawatanya tak ribet," katanya.
(hen/dnl)











































