Hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan impor dengan negara panser itu tumbuh 30% jika dibandingkan bulan Maret 2012 lalu atau tumbuh dari US$ 285,4 juta menjadi US$ 371,2 juta.
Apa yang membuat nilai impor tersebut tumbuh cukup besar dibandingkan negara lain? Rupanya impor kapal terbang dan bagiannya yang melonjak sangat tajam dari bulan Maret lalu yang memberikan dorongan terhadap nilai impor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan Maret, Indonesia mengimpor kapal terbang dan bagiannya hanya senilai US$ 224,45 ribu, tetapi pada bulan April nilai tersebut melonjak mencapai US$ 47,06 juta. Dengan demikian, dalam 4 bulan, total impor komoditas ini mencapai US$ 47,5 juta.
Selain itu, Indonesia juga mengimpor mesin-mesin/ pesawat mekanik dengan nilai US$ 416,1 juta dalam 4 bulan ini. Kemudian, kendaraan dan bagiannya senilai US$ 133,6 juta, mesin/peralatan listrik US$ 128,3 juta, bahan kimia organik senilai US$ 44,5 juta.
Lalu ada juga impor plastik dan barang dari plastik dengan nilai US$ 36,4 juta, pupuk dengan nilai US$ 35,8 juta, berbagai produk kimia dengan nilai US$ 30,6 juta, perangkat optik US$ 27,6 juta, benda-benda dari besi dan baja sebanyak US$ 26,3 juta, dan lain-lain senilai US$ 262,1 juta. Dengan demikian total impor Indonesia dengan Jerman sepanjang tahun ini atau Januari-April 2012 sebesar US$ 1,2 miliar.
(nia/ang)











































