Dahlan mengatakan peluang berkembangnya perusahaan kondom milik PT MRB masih sangat besar. Hal ini karena pasar kondom di Indonesia cukup menjanjikan. Saat ini pasar kondom di dalam negeri masih diramaikan oleh produk impor.
"Peluang kondom ini masih sangat besar, karena sekarang kondom impor masih besar, dan kita harus bisa mengisi pasar itu, jangan lagi impor," tutur Dahlan kepada detikFinance usai rapat bersama PT MRB di Bandung, Minggu (17/6/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Ismed Hasan Putro pun mengatakan hal serupa, saat ini kompetitor terberat adalah kondom impor. "Kompetitor yang berat itu ya produk kondom yang diimpor," ungkap Ismed.
Ismed mengatakan, ada 3 pesan penting yang diungkapkan kepada jajaran direksi PT Mitra Rajawali Banjaran. "Pak Dahlan minta agar direksi lebih bekerja keras, meningkatkan produktivitas, dan kreatif mencari peluang pasar, 3 hal itu yang diminta pak menteri tadi," tutup Ismed.
Saat ini kondom produksi RNI ini hanya menguasai pasar 2% dari pangsa pasar kondom di Indonesia. Sementara 98% sisanya dikuasai oleh kondom impor bermerek Sutera, Fiesta, Durex dan lain-lain.
(zlf/hen)










































