Bangun Smelter di RI, Perusahaan China Gelontorkan Rp 5,4 Triliun

Bangun Smelter di RI, Perusahaan China Gelontorkan Rp 5,4 Triliun

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 21 Jun 2012 16:21 WIB
Bangun Smelter di RI, Perusahaan China Gelontorkan Rp 5,4 Triliun
Jakarta - Sebuah perusahaan nikel asal China berencana melakukan investasi pembangunan pabrik pengolahan tambang (smelter). Tahap awal investasi US$ 600 juta atau Rp 5,4 triliun.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan perwakilan dari perusahaan China tersebut.

"Pagi tadi ada perusaahaan China, perusahaan nikel dia mau investasi membuat smelter sekaligus peleburan bijih besi di Kalimantan Selatan," kata Jero saat jumpa pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (21/6/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jero menyebutkan, perusahaan nikel tersebut dalam tahap pertama akan berinvestasi US$ 600 Juta, dan dalam tahap berikutnya perusahaan itu akan mengekpansi proyeknya US$ 1,5 miliar.

"Dia menyebut fase pertama US$ 600 juta, nanti berikutnya US$ 1,5 miliar," imbuhnya.

Poyek pembangunan smelter ini akan mulai dilancarkan pada awal bulan depan, "Nanti tanggal 4 Juli itu mereka groundbreaking, peletakan batu pertama. Dan saya minta kepada mereka untuk bisa selesai tahun 2014 nanti," ujarnya.

Selain itu, Jero mengatakan, ada perusahaan China yang juga menunjukkan niatnya berinvestasi untuk membangun smelter di Indonesia.

"Kemarin ada juga perusahaan China, tapi dia lagi milih lokasi di Kalimantan atau Sulawesi," cetusnya.

Pemerintah Indonesia saat ini memang tengah gencar mengembangkan industri hilirisasi pertambangan dengan pembangunan smelter-smelter. Saat ini ekspor tambang mentah diperketat lewat pengenaan bea masuk 20%. Di 2014, sudah tak ada lagi barang tambang mentah yang diekspor.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads