Industri RI Sulit Bersaing Karena Kebanyakan Sarjana Politik

Industri RI Sulit Bersaing Karena Kebanyakan Sarjana Politik

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jumat, 22 Jun 2012 13:14 WIB
Industri RI Sulit Bersaing Karena Kebanyakan Sarjana Politik
Jakarta - Di Indonesia saat ini, jumlah sarjana di bidang teknik (science) masih sangat terbatas. Ini menyebabkan industri Indonesia sulit bersaing dengan negara lain.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Transportasi Kadin Indonesia Peter F. Gontha dalam Forum Alumni Wharton di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/6/2012).

"Indonesia memiliki banyak sarjana tetapi kebanyakan di bidang politik dan komunikasi. Dari lulusan Universitas Indonesia setiap tahunnya, hanya 10 persen yang merupakan sarjana science," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal inilah, lanjut Peter, yang menyebabkan industri yang berkembang di Indonesia berbeda dengan industri di negara lain.

"Jepang memiliki Sony, Honda, Mitsubishi, dan Panasonic. Korea memiliki Hyundai dan Samsung. China ada Huawei, tetapi di Indonesia industri yang maju Gudang Garam, Djarum, dan Indomie," ujarnya.

Peter menilai, perbaikan sumber daya manusia sangat diperlukan guna meningkatkan daya saing Indonesia secara internasional.

"Jika kita tidak menambah Ph.D Science dalam beberapa tahun ke depan, maka kita tidak dapat bersaing. Kita perlu kekuatan bisnis dan ilmu pengetahuan untuk bergerak maju untuk Indonesia," cetusnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads