"Bulan puasa ini supermarket dan toko-toko yang menjual sosis dan daging olahan akan banyak dipenuhi oleh merek-merek dari Malaysia," kata Ketua Asosiasi Industri Pengolah Daging Nasional (Nampa) Haniwar Syarif kepada detikFinance, Sabtu (7/7/2012).
Pasalnya, kata Haniwar, industri dalam negeri tidak mampu untuk memenuhi permintaan dikarenakan minimnya pasokan bahan baku daging sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, ungkap Haniwar, Industri pengolah sosis dan daging olahan tidak akan mampu memenuhi permintaan terutama pada bulan puasa yang meningkat dua kali lipat.
"Seharusnya sejak Mei-Juli ini kita bisa memproduksi besar-besaran untuk menyetok permintaan pada bulan puasa nanti, tapi itu tidak dapat kami lakukan karena untuk memenuhi permintaan per harinya saja sulit," katanya.
Sementara ancaman di depan mata bagi industri pengolah sosis cs dalam negeri adalah serbuan produk sosis cs dari Malaysia.
"Didaerah perbatasan saja sudah menjalar kemana-mana, jumlahnya mencapai 50 ton per hari, kami yakin jelang puasa produk sosis cs dari Malaysia akan menyebar kemana-mana dengan jumlah yang sangat besar dikarenakan produk dalam negeri tidak ada sementara permintaan sedang tinggi-tingginya," ungkapnya lagi.
Lalu apa yang dilakukan Industri pengolah sosis cs dalam negeri? "Tidak ada yang bisa diperbuat selama pasokan bahan bakunya yakni daging sapi tidak ada, mau produksi pakai apa? yang bisa dilakukan saat ini hanya menggenjot produksi sosis berbahan baku non daging seperti ayam, ikan dan lainnya," tandas Haniwar.
(rrd/ang)










































