Hal ini merespons adanya anggapan bahwa baterai mobil listrik umumnya hanya bisa bertahan satu tahun, setelah itu harus diganti.
"Kira-kira sampai 7-8 tahun lah," ungkapnya kepada wartawan di depan kantor BPPT, Senin (16/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk spesifikasi yang ini, kekuatannya 2000 cycles, atau 2000 kali charge, jadi bisa dihitung dalam satu tahun itu tidak mungkin orang nge-charge sehari sekali atau 365 kali, pasti kurang dari itu," katanya.
Dasep menuturkan, baterai mobil ini harganya Rp 50 Juta ini dijamin tidak akan overheated atau panas bahkan menggelembung seperti layaknya baterai lain yang panas ketika diiisi terlalu lama. Menurutnya, tidak ada patokan waktu khusus kapan baterai ini harus diisi.
"Ini tidak akan menggelembung lah, jadi kita bebas mau nge-charge kapan saja, mau dalam keadaan kosong, atau keadaan isi sekalipun. Harga baterai yang dipakai untuk mobil yang ini Rp 50 juta, tapi kita kan pengusaha jadi nanti bisa cari yang lebih bagus dan lebih murah," tutupnya.
Mobil listrik made in Depok ini diperkuat baterai lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas baterai yang mencapai 21 kWh yang mampu berjalan hingga sejauh 130 kilometer dengan sekali isi.
Mobil yang dinamai 'Ahmadi' sebagai merek pabrikan sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. Sementara dengan cara sistem cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit pada tegangan 220 V.
(zlf/hen)











































