Atase Perdagangan Indonesia di Washington DC, Ni Made Ayu Marthini mengatakan bukti dari semakin disorotnya Indonesia adalah rencana Perry Ellis, merek fesyen terkenal di Amerika Serikat (AS) akan membuka cabang di Indonesia.
"Perry Ellis, salah satu merek terkenal di AS, bahkan akan membuka kantor cabang baru di Indonesia untuk mendukung kegiatan sourcing mereka," ungkap Ni Made dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia saat ini menjadi sorotan, dan kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik‐baiknya untuk meningkatkan promosi dan ekspor TPT kita, tidak hanya ke AS, tapi juga dunia," tambahnya.
Indonesia menampilkan Pavilion Indonesia yang bertemakan Trade with Remarkable Indonesia. Pavilion Indonesia terdiri dari 20 booth yang diisi oleh para perusahaan benang, garmen, kain, tekstil, sweater/rajut, apparel, produk kulit, batik, tas dan jewelry.
Dalam kesempatan ini, perusahaan TPT dari Indonesia melakukan pertemuan one‐on‐one dengan beberapa buyers merek ternama dunia, seperti J.C. Penney, Perry Ellis dan Jones New York.
Made mengatakan, ketiga nama tersebut menunjukkan komitmennya untuk berbisnis dengan mitra di Indonesia. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan sourcing mereka dari Indonesia sebagai bagian dari program diversifikasi dan keamanan supply bagi bisnis TPT mereka.
"Rata‐rata perusahaan merek ternama tersebut juga memberikan testimoni yang positif terhadap Indonesia dimana sebagian besar dari mereka menyatakan sangat puas berbisnis dengan mitra mereka di Indonesia," pungkasnya.
Pameran ini diikuti oleh peserta dari 43 negara dan juga diramaikan oleh sekitar 8000 buyers yang mewakili merek‐merek terkenal di AS
Dari Indonesia sendiri, ada sekitar 20 perusahaan TPT yang turut berpartisipasi. Ke 20 perusahaan itu ialah PT. Sandratex (garmen), PT. Moiz Indonesia (garmen), PT. Reina Uniform (garmen), PT. Jaba Garmindo (sweater/rajut), PT. Hakatex (fabric), PT. Bandung Sakura Textile (fabric), PT. Gistex Textile (tekstil), PT. Excellence Qualities (benang), PT. Rama Gloria (polyster, rayon, viscose, katun), PT. Samudra Biru (garmen), PT. Britannindo Mitra Pratama (apparel), PT. Baguda Wear Banyuwangi (produk kulit), PT. Maleha (produk kulit), PT. E‐Three (kulit), PT. Chikara (pakaian batik), PT. Maha Candra (perhiasan perak), PT. Balinesia(perhiasan perak), PT. Leginayba (perhiasan) dan PT. Kalyana Indonesia (tas batik).
(zul/hen)











































