Pengusaha Minta Agar Impor Gula di Kawasan Perbatasan Dibolehkan

Pengusaha Minta Agar Impor Gula di Kawasan Perbatasan Dibolehkan

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2012 16:38 WIB
Pengusaha Minta Agar Impor Gula di Kawasan Perbatasan Dibolehkan
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendesak agar daerah perbatasan boleh melakukan impor gula dari negara tetangga. Alasannya karena tidak seimbangnya permintaan dan penawaran.

Selain itu umumnya harga gula impor diperbatasan jauh lebih murah dari harga gula yang bersumber dari industri dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan kemampuan pemerintah menangani manajemen gula belum ada tanda-tanda perbaikan dari tahun ke tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira pemerintah pusat memahami persoaan gula nasional, namun keinginan untuk membenahi ini kurang mampu, oleh karena itu kebutuhan gula konsumsi untuk daerah perbatasan melalui impor dari negara tetangga harusnya dapat terpenuhi," katanya saat ditemui di Gedung Kadin Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).

Menurut Natsir, kemampuan PTPN sebagai produsen gula terbesar untuk melayani kebutuhan gula nasional masih jauh dari harapan. Selain itu., Dewan Gula Indonesia (DGI) sebagai lembaga yang menghimpun pelaku pergulaan nasional juga tidak mampu menjalankan fungsinya.

"Kebutuhan gula setiap provinsi antara 50 ribu -150 ribu ton, pengaturan gula masih sentralistik," tegasnya.

Natsir meminta pemerintah pusat untuk membuka keran impor dari negara tetangga. Melalui impor yang legal dari negara tetangga masyarakat perbatasan tidak akan terbebani dengan urusan biaya dan sulitnya pasokan untuk mengatasi kebutuhan pangan gula.

"Jika mereka (masyarakat perbatasan) mendapatkan gula dari Indonesia harganya bisa menyentuh Rp 14.000-15.000/kg, sedangkan jika mereka dapatkan gula impor dari negara tetangga hanya Rp 9.500-10.500/Kg jadi buka keran impor asal legal daripada banyak penyelundupan," tuturnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads