Demikian diungkapkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo saat ditemui di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (5/10/12).
"Kalau laporan ke kita sih belum separah itu (langka) barangkali ini hanya masalah transportasi saja," ungkap Gunaryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk jam-jam tertentu, truk yang bermuatan 5 ton itu tidak boleh masuk, kalau pun boleh itu relatif lebih mahal dan harus ada tenaga khusus. Kendaraan yang mengangkut air itu lebih dari 5 ton," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroena mengatakan, air minum atau mineral kemasan khususnya air galon di wilayah Jabodetabek akan sulit didapatkan. Produsen air minum belum bisa memenuhi stok akibat distribusi yang belum stabil.
"Hingga akhir bulan, AMDK masih akan sulit didapatkan khususnya di wilayah Jabodetabek," kata Hendro.
Penyebabnya, kata Hendro, belum bisa terpenuhinya stok air mineral oleh produsen dikarenakan belum stabilnya distribusi, akibat adanya peralihan distribusi pada Hari Raya Idul Fitri.
"Distribusi pengiriman AMDK di wilayah Jabodetabek belum normal, ini akibat adanya peralihan konsumsi di Jabodetabek sebesar 39% dari konsumsi nasional AMDK ke Jawa Tengah dan Jawa Timur akibat adanya budaya mudik lebaran," ungkapnya.
(zlf/dnl)










































