Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Provinsi Sumut, Sabrina menyatakan tertutupnya peluang membuka lahan baru itu, karena ketersediaan lahan memang sudah tidak ada lagi. Jika pun ada perusahaan skala besar ingin membuka kebun sawit, disarankan untuk memanfaatkan kebun yang sudah ada.
"Kemungkinannya dengan mengintensifkan lahan yang sudah ada, tetapi peluang investasi produk sawit dan turunannya sangat terbuka lebar," kata Sabrina kepada saat membuka pameran Palmex Indonesia 2012 di Medan, Rabu (10/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini pembangunan tahap pertama di areal 140 hektar sudah dirampungkan, termasuk listrik yang bersumber dari limbah sawit. Sementara tahap kedua, yakni pembenahan 600 hektar juga dalam proses saat ini," kata Sabrina.
Pameran Palmex Indonesia 2012 ini, ujar Sabrina, dinilai menjadi momen bagi pelaku industri sawit di Sumatera Utara untuk memodereninasi teknologi pabriknya. Apalagi perwakilan 100 eksibitor dari beberapa negara menghadirkan teknologi terbaru yang dibutuhkan industri tersebut.
(rul/hen)











































