Kertas RI Diboikot, MS Hidayat: Saya Jamin Sesuai Standar Internasional

Kertas RI Diboikot, MS Hidayat: Saya Jamin Sesuai Standar Internasional

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 25 Okt 2012 14:40 WIB
Kertas RI Diboikot, MS Hidayat: Saya Jamin Sesuai Standar Internasional
Jakarta -

Produk kertas asal Indonesia kena boikot oleh perusahaan penerbit asal Amerika Serikat (AS), The Walt Disney Company dan termasuk kena tuduhan dumping oleh Jepang.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan selama 15 tahun perusahaan kertas Indonesia tersebut telah melakukan ekspor dan memenuhi standar internasional.

Demikian disampaikan MS Hidayat saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (25/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menjamin sesuai standar internasional, jadi mereka sudah 15 tahun ekspor ke Jepang. Baru saat ini dilakukan tuduhan dumping," ujarnya.

Hidayat menyatakan ada kasus yang berbeda, yaitu soal boikot dan tuduhan dumping. Mengenai soal boikot, MS Hidayat masih mempelajari kasus pemboikotan kertas asal Indonesia oleh Walt Disney. Namun, terkait dengan tuduhan dumping, ia meminta asosiasi untuk mengikuti prosedur dalam menggugat tindakan tuduhan dumping oleh Jepang.

"Yang Walt Disney baru dipelajari, tapi tuduhan yang sama ke Jepang itu sudah saya sikapi. Jadi mereka akan mengajak berunding tapi saya sudah meminta kepada seluruh asosiasi yang sebelas itu agar mengikuti prosedur yang ada dan kalau seseorang menggugat antidumping yang dilakukan perusahaan Indonesia itu mengatur prosedurnya harus ABCD, pokoknya investigasi dan itu yang harus ditaati oleh kita," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku akan melakukan pendekatan dengan pihak-pihak yang memboikot perusahaan kertas nasional. "Kita coba approach mereka," jawab Gita singkat.

Seperti diketahui The Walt Disney Company, perusahaan spesialis film kartun, menghentikan penggunaan kertas asal Indonesia karena meyoroti masalah hutan tropis di negeri ini.

Pihak Walt Disney sudah dua tahun bernegosiasi dengan Rainforest Action Network (RAN), sebuah kelompok lingkungan yang berbasis di San Francisco. Disney menyepakati dalam kebijakan barunya untuk melakukan segala sesuatu dalam menjaga hutan yang mengancam ekosistem. Disney merupakan penerbit utama dari sembilan penerbit lainnya di Amerika Serikat (AS).

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads