Kasus CPO di AS, Pengusaha: Amerika Negara Paling Egois

Kasus CPO di AS, Pengusaha: Amerika Negara Paling Egois

- detikFinance
Jumat, 02 Nov 2012 19:26 WIB
Kasus CPO di AS, Pengusaha: Amerika Negara Paling Egois
Bandung - Produk Crude Palm Oil (CPO) minyak sawit mentah asal Indonesia tidak masuk kategori produk ramah lingkungan oleh Badan Perlindungan Amerika Serikat (Environmental Protection Authority/EPA). Menanggapi ini, kalangan pengusaha sawit tak terima terhadap penilaian otoritas AS tersebut.

Direktur Utama PT Astra Agro Lestari, Tbk Santoso mengatakan Amerika Serikat adalah negara yang egois karena tidak menganggap produk CPO asal Indonesia sebagai produk ramah lingkungan.

"Amerika negara paling egois. Nggak pakai CPO pura-pura menolak, CPO mereka kategorikan minyak nabati yang tidak sehat," ungkap Santoso di acara Workshop di Hotel Luxton Bandung, Jumat (2/11/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia beralasan, produk CPO Indonesia tidak diterima di Negeri Paman Sam tersebut. Padahal rakyat Amerika serikat tidak menggunakan minyak kelapa sawit.

"Hampir tidak ada yang digunakan, CPO mereka kategorikan minyak nabati yang tidak sehat, ini kebohongan mereka. Mereka pakai kedelai," tegasnya.

Ia pun menyesalkan hal ini. Menurutnya, Amerika Serikat takut tersaingi oleh Indonesia.

"Mereka takut bersaing, makanya bilang CPO tidak sehat. CPO itu sebenarnya minyak rakyat paling murah karena produktivitas paling tinggi, sama seperti minyak nabati lainnya," ungkap Santoso kesal.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia gagal memperjuangkan CPO dalam daftar produk ramah lingkungan yang akan mendapatkan fasilitas penurunan tarif menjadi maksimal 5% pada 2015. APEC memutuskan 54 kategori produk ramah lingkungan tapi tidak memuat produk CPO.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads