Apa penjelasan perusahaan koper dan tas kelas premium asal Amerika Serikat ini?
Saat berbincang santai dengan wartawan, Presiden Samsonite Asia-Pasifik dan Timur Tengah Ramesh Dungarmal Tainwala menjelaskan hasil temuan dari lembaga konsumen di Hong Kong itu telah ditindaklanjuti pihaknya. Hasil pengujian Samsonite menegaskan, pegangan koper tipe 'Tokyo Chic' aman digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun atas kesadaran dan kepedulian Samsonite terhadap konsumennya, tambah Ramesh, pihaknya tetap melakukan penarikan kembali produk yang telah terjual di seluruh dunia.
"Kami melakukan penarikan produk untuk meyakinkan konsumen, memberi tahu konsumen, perusahaan sangat bertanggungjawab terhadap perasaan khawatir konsumen. Kita mempersilakan para konsumen datang ke toko menukar handle. Total handle yang diganti hanya 2.000. Padahal kita menjual 500 ribu koper sejenis," tambahnya.
Namun, setelah proses penarikan kembali usai, Ramesh bercerita, produk koper tipe 'Tokyo Chic' saat ini masih masuk dalam daftar produk terlaris Samsonite.
"Saat ini, produk itu masih menjadi penjualan terbanyak," tegasnya.
Sebelumnya, Dewan Konsumen di Hong Kong melaporkan sampel koper Samsonite tipe 'Tokyo Chic' yang diuji memiliki tingkat hidrokarbon aromatik polisiklik lebih tinggi dari tingkat yang direkomendasikan.
Senyawa ini dianggap berbahaya karena diketahui menyebabkan kanker dan cacat lahir pada hewan. Hidrokarbon aromatik polisiklik umumnya ditemukan dalam plastik, karet dan minyak pelumas. Menurut Dewan Konsumen, senyawa yang ditemukan bisa saja merupakan sisa atau tak sengaja tertambahkan selama proses pembuatan.
Hasil tes yang dilakukan Dewan Konsumen menemukan kandungan senyawa berbahaya dalam produk Samsonite sebanyak 17.960 miligram per kilogram.
(hen/dnl)











































