Perjanjian yang sudah ditandatangani tahun 2010 ini, tutur Dirut Pusri, Musthofa terkendala karena masalah ketersediaan lahan untuk pabrik dan infrastruktur pelabuhan.
"Sesungguhnya pembangunan pabrik ini sudah harus dimulai, cuma ada kendala lahan. Pihak Yordania tidak ada masalah karena mereka ingin memasarkan row material," tutur Musthofa di hotel Crown Jakarta, Rabu (14/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya mengembangkan indusri phosporus nilai proyeknya US$ 220 juta dolar di luar tanah, itu pabriknya saja kapasitas pabrik ini 200 ribu ton per tahun," tambahnya.
Seperti diketahui kerjasama kedua belah pihak yang berlangsung tahun 2010 ini berisi perjanjian untuk pendirian pabrik asam sulfat, asam fosfat, dan NPK, dalam rangka mendukung ketersediaan pupuk nasional.
JPMC sebagai perusahaan terkemuka di Yordania, bergerak dalam bidang usaha produksi dan ekspor batuan fosfat dan mengoperasikan pabrik pupuk berbasis fosfat. JPMC sangat berminat mengembangkan operasi bersama pabrik dengan PT Pupuk Sriwidjaja.
Kesepakatan antar pihak meliputi pendirian pabrik sebagai berikut:
- Pabrik Asam Fosfat (Phosphoric Acid) kapasitas 200.000 metrik ton/tahun
- Pabrik Asam Sulfat (Sulphuric Acid) kapasitas 800.000 metrik ton/tahun
- Pabrik NPK kapasitas 1.000.000 metrik ton/tahun










































