"Debt equity swap sudah pernah kita usulkan, prosesnya panjang dan tidak semudah yang diomongkan. Ada aturan-aturan yang tidak bisa begitu saja kita langgar. Utang kita paling besar sama Pertamina, Mandiri, dan Garuda. Mereka sudah IPO, tidak semudah itu swap hutang jadi saham," ungkap Jhony kepada detikFinance, Jumat (16/11/2012).
Mengenai tudingan EBITDA negatif, Jhony mengatakan tergantung bagaimana menghitungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Jhony mengatakan kenyataannya sampai saat ini kan Merpati jauh mengalami rugi usaha yang lebih besar. Beban utang tidak tercatat diatas, tetapi dibawah. Secara totalpun ruginya masih lebih besar dari sebelumnya.
"Yang kita pertanggungjawabkan kepada RUPS kan bukan EBITDA, tetapi laporan keuangan sesuai dengan PSAK, yaitu buku biru. Rugi ya rugi, untung ya untung, manajemen Merpati yang sekarang seharusnya bekerja dengan fokus, bukan menyembunyikan masalah dan mengarang keuntungan," paparnya.
"Sepanjang 6 bulan selalu merugi, Juni-Oktober 2012, rugi usaha Merpati mencapai Rp 188,06 miliar. Rugi total Rp 348,6 miliar lebih buruk dibanding periode yang sama tahun lalu dimana Juni hingga Oktober 2011 audited rugi usaha Rp 155,2 miliar dan rugi total Rp 288,8 miliar padahal dengan alat produksi yang lebih banyak," imbuh Jhony.
Sebelumynya Bos baru Merpati Rudy Setyopurnomo mengatakan Merpati masih memiliki utang Rp 5 triliun. Hal ini membuat kinerja keuangan Merpati terbebani karena harus membayar bunga pinjaman yang tinggi.
"Total utang Rp 5 triliun, beresin utang 50 persen dulu yang mau dibayar tahun depan. Dananya dari debt equity swap seperti Garuda, nanti setelah go public saham dijual," tutur Rudy kepada wartawan,
Saat dirinya baru menjabat sebagai Dirut, Rudy mengklaim pada bulan Mei 2012, keuangan Merpati negatif yakni mengalami kerugian operasional hingga Rp 1,4 miliar per hari. Namun saat ini, kondisi keuangan Merpati sudah positif.
"Waktu saya masuk EBITDA negatif Rp 1,4 miliar sekarang sudah positif Rp 500 juta sehari, ada peningkatan kalau ada rugi memang rugi karena utang besar," paparnya.
(dru/nia)











































