Impor 8 Pesawat Boeing, Neraca Perdagangan RI Makin 'Tekor'

Impor 8 Pesawat Boeing, Neraca Perdagangan RI Makin 'Tekor'

- detikFinance
Senin, 03 Des 2012 14:31 WIB
Impor 8 Pesawat Boeing, Neraca Perdagangan RI Makin Tekor
Jakarta - Selama Oktober 2012 lalu, beberapa maskapai penerbangan di Indonesia melakukan impor pesawat sebanyak 8 unit. Nilai impor pesawat di Oktober naik US$ 331,13 juta atau 234% dibandingkan September 2012.

"Jadi ada Lion Air 4 pesawat, ada yang baru dan bekas, Garuda 1 buah, Sriwijaya, dan Wings, totalnya 8 unit, jenisnya boeing," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo saat ditemui di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (3/12/2012).

Menurut data BPS, di Oktober 2012, nilai impor pesawat mencapai US$ 331,13 juta atau naik 234% dibandingkan September 2012 yang nilainya US$ 99,1 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat naiknya nilai impor pesawat tersebut, nilai impor Indonesia dari Amerika Serikat naik, meninggalkan nilai impor Indonesia dari Thailand yang selama ini menduduki peringkat ketiga sebagai negara asal impor terbesar. Nilai impor dari Amerika Serikat di Oktober mencapai US$ 9,65 miliar.

"Biasanya kan Thailand di nomor 3, tapi karena impor pesawat, jadi Amerika yang naik ke peringkat 3," jelasnya.

Dengan realisasi ini, terjadi defisit perdagangan US$ 1,55 miliar untuk Oktober ini. Sedangkan secara total defisit perdagangan Januari-Oktober 2012 adalah US$ 516,1 juta.

"Defisit bulan ini harus diakui defisit terbesar sepanjang sejarah perdagangan Indonesia, setelah terjadi pada bulan Juni lalu yang sebesar US$ 1,32 miliar," tandasnya.
(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads