Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Umum Lion Air Group, Edward Sirait saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta bersamaan dengan perkenalan Pesawat ATR 72-600, Rabu (26/12/2012).
"Pasti lah (rugi), tapi kita belum hitung belum kumpulin nominalnya berapa," ungkap Edward.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti miliaran," jawabnya singkat.
Dia menambahkan, saat ini perusahaan enggan memaparkan apa saja kerugiannnya sebelum ada pemeparan resmi dari Angkasa Pura II selaku operator pengelola Bandara Soetta.
"Yang kedua kita me-launching itu kita mau lihat dulu dari pihak bandara bagaimana. Kalau tidak untuk apa kita declare," tegasnya.
Menurutnya, kerugian terbesar dari kerusakan radar ini disebabkan oleh konsumsi bahan bakar yang berlebih pada saat radar ini tak berfungsi.
"Yang paling banyak itu pas divert, kan makan fuel (bahan bakar) itu," pungkasnya.
Terbakarnya Uninteruptible Power Supply (UPS) di Bandara Soetta pada Minggu (16/12/2012) lalu menyebabkan radar bandara mati selama 15 menit. Akibatnyan puluhan penerbangan menjadi kacau. Pihak PT Angkasa Pura II mengaku sedang mendatangkan UPS baru dari Jerman yang akan datang pada bulan Januari 2013 mendatang.
(zul/dru)











































