Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP, Sudirman Saad dalam konferensi pers refleksi 2012 dan outlook 2013 KP3K di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (8/1/2013)
"Surplus 1,6 juta ton, tapi yang harus diolah kan kalau garam KW 2 diolah menjadi KW1 susutnya 30 persen, jadi surplus 1,1 juta ton," ungkap Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sudirman menuturkan tambahan dari BUMN PT. Garam yang ternyata jauh dari harapan, yaitu hanya mampu memproduksi 340.000 ton. "Ini yang sangat disayangkan. Laporan pertama itu 385.000 ton, tapi setelah itu Kementerian Perindustrian ngomong PT Garam ternyata cuma 340.000 ton," jelasnya.
Ia menambahkan, stok garam konsumsi juga ditambah dengan stok impor di bulan Juli 2012 sebesar 119 ribu ton. "Kalau itu yang diimpor sebelum masa panen," imbuh Sudirman.
Sedangkan untuk konsumsi terhitung dua semester dari semester II di tahun 2012 dan semester I di tahun 2013, sudah ada perkiraanya. "Kita sudah gunakan semester 2 per bulan 120.000 ton dan satu semester 720.000 ton. Januari - Juni 2013 kita gunakan 720.000 ton,"pungkasnya.
Seperti diketahui 2011 lalu, Indonesia kebanjiran impor garam konsumsi. Pada waktu itu 900.000 ton garam konsumsi masuk pasar dalam negeri, sehingga harga garam petani anjlok.
(hen/hen)











































