Maskapai penerbangan asal Australia yaitu Qantas mengurangi jumlah pemesanan pesawat Boeing 787 Dreamliner dari sebelumnya 15 unit menjadi 14 unit.
Padahal sebelumnya Qantas menyatakan tidak akan mengubah pemesanan Dreamliner yang irit bensin ini, meskipun ada berbagai peristiwa yang membuat keamanan pesawat ini meragukan. Terakhir adalah pendaratan darurat Dreamliner milik All Nippon Airways (ANA) di Jepang.
Namun, ternyata hari ini, Qantas menyatakan mengurangi satu unit pemesanan Dreamliner untuk anak usahanya yaitu Jetstar. Sementara 14 unit Dreamliner untuk Qantas dan Jetstar direncanakan bakal dikirim pertama kali di pertengahan 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qantas saat ini tengah berjuang untuk mengembalikan performa bisnisnya. Maskapai ini sebelumnya mengatakan, Dreamliner merupakan pesawat keluaran baru. Jadi peristiwa-peristiwa yang terjadi dipercaya bisa diselesaikan oleh Boeing.
Juru Bicara Boeing maklum terhadap keputusan bisnis dari Qantas yang mengurangi pemesanan satu pesawat seharaga Rp 23 triliun ini.
Tahun lalu, Qantas membatalkan pemesanan 35 Dreamliner untuk memangkas beban biaya yang dihadapi karena kinerja perusahaan anjlok. (dnl/dru)
