"Satu perusahaan itu memperkerjakan 1.000 orang pekerja, jadi sebanyak 10.000 siap untuk di-PHK," kata Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita kepada detikFinance, Rabu (23/1/2013).
Tidak hanya pekerja yang akan kena PHK, negara juga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Menurut Suryadi, setidaknya negara kehilangan 5% devisa yang didapat dari ekspor produk dari 10 perusahaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Suryadi menyatakan, 10 perusahaan itu baru sebatas niat untuk hengkang. Sampai saat ini mereka masih melakukan produksi seperti biasanya.
"Jadi 10 perusahaan itu ada di Tangerang, Bekasi dan Kawasan Berikat Nusantara (Cakung). Sebagian ada yang menunda dan ada lagi yang sedang menyiapkan. Keinginan itu bertahap saat ini mereka masih berproduksi dan menyelesaikan pekerjaan mereka," cetus Suryadi.
Seperti diketahui, 10 perusahaan ini ingin hengkang karena kenaikan upah yang sangat tinggi. Perusahaan-perusahaan ini berancang-ancang untuk memindahkan investasinya kenegara tetangga Indonesia, sebut saja Kamboja, Vietnam, bahkan China.
"Kamboja itu UMP di sana hanya Rp 400.000/bulan tetapi minim infrastruktur jadi belum begitu bagus. Vietnam dan China upah mereka lebih rendah 15%," kata Suryadi.
(wij/dnl)











































