PT Semen Indonesia Tbk hari ini meresmikan pabrik kemasan atau packing plant baru di Sorong, Papua Barat. Pabrik ini dibangun dengan nilai investasi Rp 162 miliar.
"Dengan adanya unit Packing plant di Sorong, Papua Barat, ini semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan di Papua. Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen, moving closer to the customer,β ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dalam siaran pers, Jumat (25/1/2013).
Pabrik ini memiliki kapasitas 2.200 Bag/Jam, dengan kapasitas cement bulk 120 ton/jam, serta dilengkapi dengan kapasitas dermaga sebesar 10.000 DWT. Silo
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar semen di Papua dan Maluku sendiri berkembang sangat pesat. Sepanjang 2012, penjualan semen di Papua dan Maluku mencapai 1,22 juta ton, meningkat signifikan sebesar 54,8 persen dibanding 2011 sebesar 790 ribu ton.
Secara volume, angka penjualan itu memang masih minim dibanding daerah-daerah lain seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, maupun Sulawesi. Namun, persentase pertumbuhan yang sangat tinggi menunjukkan besarnya potensi pasar semen di Papua dan Maluku.
Pertumbuhan penjualan semen di Papua dan Maluku tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia. Sebagai informasi, pertumbuhan penjualan semen di Pulau Jawa pada 2012 sebesar 14,6%, Sulawesi 16,6%, Kalimantan 21,3%, dan Nusa Tenggara 13,9%.
"Kami juga berharap kehadiran packing plant ini mempunyai multiplier effect yang cukup besar bagi perekonomian daerah, antara lain, dengan pajak daerah dan retribusi yang kami bayar, penyerapan tenaga kerja, dan dampak lainnya seperti kenaikan permintaan sejumlah barang dan jasa, mulai dari kuliner, wisata, properti, industri kreatif, perhotelan, dan industri penunjang lainnya. Itu semua bisa meningkatkan kualitas perekonomian dan daya beli masyarakat," tutur Dwi.
Hingga saat ini Semen Indonesia telah mengoperasikan 19 packing plant, tersebar dari Aceh, Belawan, Padang, Dumai, Batam, Ciwandan, Tanjung Priok, Tuban,Gresik, Banyuwangi, Banjarmasin, Samarinda, Celukan Bawang, Tonasa, Makassar, Palu, Bitung, Ambon, dan Sorong. Dua tambahan Packing Plant sedang dalam taraf pembangunan masing-masing di Banjarmasin dengan progress 42% diharapkan operasional Oktober 2013 dan Balikpapan dengan progress sekitar 3 %.
"Perseroan sedang dan akan terus memperbanyak pabrik pengemasan (packing plant) dalam rangka menekan biaya logistik agar harga semen perusahaan semakin terjangkau. Direncanakan pada tahun 2015, kami akan mempunyai 28 packing plant. Ini tak lain adalah upaya untuk mengokohkan posisi pasar di industri semen nasional yang semakin kompetitif," ujar Dwi.
Sarana perluasan jangkauan pasar juga ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen yang dimiliki perseroan. Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen. Saat ini, ada delapan pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, dan Sorong. "Kami juga terus menambah distribution channel dengan jaringan gudang yang ada di seluruh Indonesia. Kami mempunyai 361 distributor, tentu saja itu akan terus bertambah seiring semakin luasnya pasar yang kami bidik," kata Dwi.
Terkait kinerja, penjualan Semen Indonesia di pasar domestik sepanjang 2012 mencapai 22,5 juta ton semen, meningkat 14,7% dibanding capaian 2011 sebesar 19,6 juta ton.
Industri semen nasional sendiri pada tahun lalu berhasil menjual 55 juta ton, tumbuh 14,5% dibanding 2011 sebesar 48 juta ton. Semen Indonesia masih menjadi market leader dengan penguasaan pasar sekitar 41%.











































