Maskapai penerbangan PT Metro Batavia (Batavia Air) diisukan telah berhenti beroperasi seiring dengan gugatan permohonan pailit dari lessornya International Lease Finance Corporation (ILFC). Batavia Air langsung membantah hal tersebut.
Manager Humas Batavia Air, Elly Simanjuntak dalam sambungan teleponnya kepada detikFinance, Selasa (29/1/2013) mengungkapkan Batavia Air masih beroperasi normal dan tak benar jika telah berhenti beroperasi.
"Itu hanya isu. Tidak benar. Batavia air masih beroperasi dan berupaya dan menyelesaikan sidang dengan lessor," ungkap Elly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persidangan masih dalam proses sidang dengan ILFC sendiri. Kita pastikan semua masih berjalan normal," tutur Elly.
Sebelumnya, terdengar kabar jika Batavia Air telah berhenti beroperasi. Melalui pesan berantai BlackBerry Messenger (BBM), disebutkan penjualan tiket Batavia Air telah distop dan perusahaan tersebut sudah berhenti beroperasi mulai hari ini.
Hal tersebut juga dibantah oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bhakti. Melalui sambungan teleponnya, Herry mengatakan Batavia Air masih beroperasi.
"Belum (tutup dan berhenti beroperasi)," jelas Herry singkat.
ILFC mengajukan permohonan pailit kepada PT Metro Batavia. Persidangan permohonan pailit No.77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst yang diajukan IFLC pada 22 Desember ini telah disidangkan dan dalam tahapan pembuktian.
Gugatan pailit tersebut terkait dengan pesawat Airbus A330 yang dioperasikan maskapai swasta nasional tersebut untuk angkutan haji yang disiapkannya. Namun, Batavia tidak mendapatkan tender pengangkutan haji sehingga pesawat tidak maksimal dioperasikan.
(dru/dnl)











































