UMP Indonesia Naik, Investor Asing Pilih Tanam Modal di Vietnam

UMP Indonesia Naik, Investor Asing Pilih Tanam Modal di Vietnam

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 06 Feb 2013 15:53 WIB
UMP Indonesia Naik, Investor Asing Pilih Tanam Modal di Vietnam
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Tahun ini upah minimum provinsi (UMP) hampir di seluruh provinsi di Indonesia naik. Menurut pengusaha, kondisi ini membuat investor asing enggan masuk ke Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, para investor asing saat ini lebih memilih untuk berinvestasi di negara yang besaran upah minimumnya tidak terlalu tinggi, seperti Vietnam.

Sarman yang juga Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta mengatakan, Vietnam selalu menerapkan UMP 15% di bawah Indonesia sehingga itu menjadi daya tarik bagi investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat kan Vietnam selalu menerapkan UMP di bawah kita, di sana kan kondisi buruhnya selalu bagus ya. Perbandingan UMP kita dengan Vietnam antara 10-15 persen. Jadi mereka selau lebih rendah tapi memang masalah regulasi, masalah buruh di sana memang sangat kondusif sehingga menjadi daya tarik," terangnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Pada kesempatan tersebut Sarman mengatakan, meski UMP naik, namun sampai saat ini belum ada perusahaan asing yang hengkang dari Indonesia.

"Sampai saat ini karena kondisinya sangat-sangat direspon oleh gubernur, belum ada. Yang 10 perusahaan Korea Selatan itu hanya isu. Jumlah perusahaan Korsel ada 60. Itu isu saja tapi kami ngga khawatir. Kami yakin kalau teman-teman buruh dan pemerintah masih memberikan iklim yang kondusif, saya yakin mereka tidak akan pindah," kata Sarman.



(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads