Hal tersebut dikatakan Direktur Teknologi Pengembangan Rekayasa PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana di kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (28/2/2013).
"Kita sudah ada Letter of Intent dari Merpati, ada keinginan dari Merpati untuk pesawat 212-400 sebanyak 20 unit. Cuma memang Merpati permasalahan financing-nya, dan belum terselesaikan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lebih moderen. Cocok untuk pelosok. Istilahnya untuk Kabupaten Kota, dan Merpati sangat butuh ini," jelasnya.
Dikatakan Andi, untuk 1 unit pesawat buatannya ini, Merpati harus merogoh kocek hingga US$ 7 juta. "Tergantung pesawatnya, tapi kita jual US$ 7 juta," katanya.
"Jadi kita nggak ada permasalahan dalam pembuatan, ini lebih kepada financing di Merpatinya saja," pungkasnya.
(zlf/dru)











































