Seorang Profesor di Norwegia baru saja mengemukakan ide menarik bagi industri maskapai penerbangan.
Dalam sebuah jurnal mengenai 'Revenue and Pricing Management', Dr Bharat P Bhatta menyampaikan ide pembayaran tiket pesawat yang lebih mahal bagi penumpang gendut.
Penumpang yang lebih berat badannya akan dikenakan tiket pesawat yang lebih mahal dari harga normal, sedangkan penumpang bertubuh lebih ringan alias kurus bisa membayar lebih murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Harga ditentukan dengan berat aktual. Harga tiket seseorang termasuk barang bawaan sebesar 60 kg, membayar tiket pesawatnya dengan lebih murah atau setengah dari harga seseorang dengan berat 120 kg termasuk barang bawaannya.
- Tarif tiket 'minus atau plus'. Opsi ini nantinya dengan harga tiket sama namun akan ada tambahan untuk penumpang dengan berat badan di atas normal.
- Tarif tinggi, tarif rata-rata dan tarif rendah. Nantinya akan ada batas tertentu apakah masing-masing orang masuk ke tarif tinggi, rata-rata atau rendah tergantung dari berat badannya.
"Mengenakan tarif sesuai dengan berat badan dan ruang itu cukup diterima secara universal. Tak hanya di sektor transportasi tapi layanan jasa lainnya," jelas Dr Bhatta.
"Untuk maskapai penerbangan hal ini cukup penting. Mereka harus memperhitungkan hal ini untuk menetapkan harga tiketnya," imbuhnya.
Editor dari Jurnal tersebut, Dr Ian Yeoman menuturkan, maskapai penerbangan memang harus membayar lebih mahal setiap kelebihan beban penumpangnya. "Setiap kilogram ekstra kelebihan beban maka semakin mahal yang harus dibayar yakni bahan bakar jet dan emisi CO2," terangnya.











































