Wamendag: Perang Kesehatan & Rokok Sulit Cari Pemenangnya

Wamendag: Perang Kesehatan & Rokok Sulit Cari Pemenangnya

- detikFinance
Rabu, 08 Mei 2013 14:09 WIB
Wamendag: Perang Kesehatan & Rokok Sulit Cari Pemenangnya
Surabaya - Pertentangan antara kesehatan dengan rokok menjadi momok di setiap negara termasuk Indonesia. Dua perseteruan tersebut sulit ditemukan jalan tengahnya.

"Petani dan bisnis tembakau di Indonesia ataupun seluruh dunia, sekarang dalam situasi menghadapi tantangan, perang antara kesehatan dengan rokok. Saya tidak mau adanya perang antara kesehatan dengan tembakau," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi memberikan sambutan di acara Roundtable dialoque diversifikasi produk tembakau non rokok, di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (8/5/2013).

Bayu menerangkan, perokok di Indonesia jumlahnya tidak pernah berkurang. Namun, faktanya dampak buruk rokok bagi kesehatan juga semakin nyata. Meskipun sudah ada regulasi membatasi atau perketat orang merokok, sampai saat ini belum berdampak secara signifikan penjualan rokok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang perang antara kesehatan dengan rokok sangat sulit mencari pemenangnya. Tapi kami selalu men-support program dari Kementerian Kesehatan tentang bahaya rokok. Serta mencari solusi bukan untuk perokoknya, tapi petani tembakau," katanya.

Bayu yang juga Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) ini mengatakan, diversifikasi tembakau non rokok bisa dilaksanakan dengan memenuhi berbagai persyaratan diantaranya, mampu menaikkan harga tembakau seperti tembakau yang dikirimkan ke pabrik rokok.

"Kalau harganya lebih rendah (dari pada harga untuk pabrik rokok), maka itu sangat sulit dan jangan selalu harga murah," ujarnya.

Selain itu, tanaman tembakau mempunyai karateristik yang unik dan tidak semua daerah cocok ditanami tembakau. "Kalau tanaman penggantinya mengurangi pendapatan petani tembakau sebelumnya, maka itu sangat sult dilakukan (pengalihan jenis tanaman)," katanya.

Syarat lainnya, yakni harus mampu mengganti volume tembakau. Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menerangkan, secara nasional Indonesia menghasilkan 230 ribu ton tembakau. Dari jumlah tersebut, 130 ribu ton dihasilkan dari Jawa Timur.

"Kalau 130 ribu ton, diangkut sebanyak 10-15 ribu truk mengangkut tembakau. Itu banyak banget," jelasnya.

(roi/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads