Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai DJBC-Kementerian Keuangan Susiwijono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/5/2013) menjelaskan setidaknya ada 7 faktor yang akan membuat penerimaan cukai tahun ini bisa melewati target, termasuk adanya ekspansi (penambahan produksi) para pabrikan rokok.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian penerimaan Cukai:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Penerimaan Cukai HT tergantung pada Tarif Cukai dan Produksi HT. Tarif Cukai HT telah mengalami penyesuaian di akhir 2012 sesuai Permenkeu 179/PMK.011/2012 tanggal 12 Nopember 2012 dengan rata-rata kenaikan 5% yang mulai berlaku tanggal 25 Desember 2012.
3. Produksi HT selama tahun 2013 diperkirakan sekitar 341 Milyar Batang (332 Miliar batang dari SKM, SKT, dan SPM; 9 Miliar dari produk HT lainnya).
4. Kebijakan Tarif Cukai HT: mempertegas sistem tarif cukai HT dengan menggunakan tarif cukai full spesifik, penyesuaian terhadap batasan HJE per batang dan gram untuk 10 layer tarif cukai, revisi kebijakan βhubungan keterkaitanβ (PMK Nomor 78/PMK.011/2013 tanggal 11 April 2013 tentang Penetapan Golongan Dan Tarif Cukai Hasil Tembakau Terhadap Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau Yang Memiliki Hubungan Keterkaitan), dan kebijakan penundaan pembayaran.
5. Sebagaimana terjadi setiap tahun, penerimaan Cukai HT paling tinggi terjadi di buan Pebruari 2013 yang mencapai Rp 10,65 T yang terjadi karena Pengusaha HT melunasi cukai rokok yang dipesan pada Desember tahun sebelumnya (dengan mendapatkan fasilitas penundaan 2 bulan).
6. Internal efforts DJBC: (a) Operasi pengawasan dan penindakan terhadap BKC ilegal dan pelanggaran hukum lainnya. Operasi cukai dilakukan melalui penyisiran wilayah produksi, distribusi, dan pemasaran. Penyisiran wilayah produksi lebih ditekankan; (b) Penerapan Sistem Aplikasi Cukai/ SAC secara sentralisasi; (c) Sosialisasi dan penyuluhan kepada stakeholders; (d) Audit terhadap para Pengusaha BKC.
7. Adanya rencana perluasan pabrik, penambahan mesin baru, penambahan line produksi & shift-kerja, dan realisasi peningkatan produksi HT dari para Pabrikan Rokok besar, mengakibatkan proyeksi tingkat produksi HT untuk tahun 2013 ini akan meningkat tajam, sehingga otomatis diharapkan akan meningkatkan penerimaan Cukai HT secara signifikan.
Beberapa informasi yang dapat meyakinkan proyeksis peningkatan produksi HT selama tahun 2013 antara lain:
- Pabrik Rokok Wismilak yang berbasis di Surabaya akan mengoperasikan tambahan mesin baru pada Semester II 2013 yang memiliki kapasitas produksi sekitar 1,5 Miliar Batang per tahun, yang akan meningkatkan produksi HT mereka sebesar 20%.
- Informasi dari Kanwil DJBC Jateng dan DIY: PT Djarum Kudus menambah 2 line produksi rokok. Mesin-mesin produksi tersebut sudah di-instalasi. Kapasitas produksi SKM akan meningkat menjadi 15.000 batang per menit. PT Djarum Kudus juga merencanakan sistem shift kerja 24 jam.
- Sedangkan, PT HM Sampoerna merencanakan akan membuka pabrik baru di Purwokerto.Β
- Informasi dari Kanwil DJBC Kanwil Jatim I: PT HM Sampoerna dan PT Asia Tembakau membangun pabrik-pabrik baru di Pasuruan.
- Sedangkan PT Gudang Garam membangun pabrik-pabrik baru di Pasuruan dan Gresik. PT HM Sampoerna Pasuruan juga menambah jam kerja (shift kerja).
- Kanwil Jatim II: PT HM Sampoerna membangun pabrik baru di Madiun dan Panarukan. Pabrik baru PT HM Sampoerna di Panarukan sebagian besar produksinya adalah SKT Dji Sam Soe yang mempunyai golongan tarif cukai yang paling tinggi. Pabrik baru tersebut akan mempekerjakan sekitar 7.000 orang tenaga kerja dengan jam kerja yang lebih panjang melalui 2 shift kerja.
"Melihat kecenderungan para Pabrikan Rokok besar akan meningkatkan produksi rokok secara signifikan pada tahun 2013 ini, diperkirakan Target Penerimaan Cukai 2013 optimis terlampaui dalam jumlah yang cukup besar. Target Penerimaan Cukai selama tahun 2013 diproyeksikan akan dapat menembus angka diatas Rp 100 T, yaitu mencapai sekitar Rp 103,73 T atau sebesar 112,74% dari target penerimaan cukai 2013 (Rp 92,004 Triliun)," jelasnya.
(hen/hen)











































