Presiden Federasi Pilot Indonesia Capt. Hasfriansyah mengatakan, tiap tahun jumlah pesawat baru di Indonesia bertambah pesat, sehingga kebutuhan pilot cukup besar.
"Pesawat baru kan harus terbang, karena perputaran ekonomi di dunia dirgantara cepat sekali. Oleh karena itu maskapai mendatangkan pilot dari luar," kata Hasfriansyah di sela acara Indonesia Airline Safety Conference 2013 di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (5/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kekurangan pasokan pilot lokal, Hasfriansyah mengatakan, sebab lainnya adalah mahalnya biaya sekolah pilot yang mencapai Rp 500 juta hingga Rp 700 juta. Para lulusan sekolah pilot ini tak mau bekerja di maskapai penerbangan kecil karena modal sekolah yang besar.
"Makanya Susi Air itu ambil pilot asing buat mengisi kekosongan. Harusnya pemerintah itu menyediakan program untuk membiayai putra-putra daerah untuk sekolah penerbangan," ujarnya.
"Biaya sekolah penerbangan untuk yang di luar pulau Jawa kan mahal sekali. Tapi balik lagi, untuk membangun sekolah penerbangan misal di Kalimantan itu kan nggak murah. Belum tenaga instruktur yang kurang, tempat latih terbangnya juga. Nah untuk itu peran pemerintah daerah juga harusnya besar di sini," papar Hasfriansyah.
(dnl/hen)










































