Produk Halal RI Mencoba Berekspansi ke China

Produk Halal RI Mencoba Berekspansi ke China

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 20 Agu 2013 16:24 WIB
Produk Halal RI Mencoba Berekspansi ke China
Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui kedutaan besarnya di Beijing memanfaatkan ajang First OIC-China Expo and Trade Forum pada 15-19 September 2013 untuk memamerkan produk-produk halal made in Indonesia.

Dalam siaran pers KBRI Beijing, Selasa (20/8/2013), pameran tersebut melibatkan negara-negara anggota organisasi konferensi Islam (OKI). Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam dan salah satu negara anggota OKI diundang untuk berpartisipasi dalam pameran dan forum perdagangan yang diadakan di Ningxia Hui tersebut.

Sebagai catatan dapat disampaikan bahwa dalam 2 tahun terakhir, Malaysia dan Thailand telah berpartisipasi dalam China-Arab Expo yang tahun ini dikembangkan menjadi OIC-China Expo and Trade Forum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Daerah Otonomi Ningxia Hui menawarkan bantuan berupa pemberian ruang pamer gratis seluas 36 meter persegi yang dapat dimanfaatkan untuk memamerkan berbagai produk Indonesia, terutama produk halal. Indonesia melalui KBRI Beijing menyambut baik tawaran tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk mempertegas foot print Indonesia dan meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan Ningxia Hui.

Dalam kesempatan ini Indonesia bisa menjelaskan berbagai potensi kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi, seperti menjalin kerjasama produk halal dan perbankan syariah.

Indonesia rencananya akan memamerkan berbagai produk makanan halal Indonesia dan kerajinan, mengenalkan produk perbankan syariah, promosi pariwisata dan penerbangan dengan melibatkan BUMN Indonesia seperti flag carrier Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Syariah, dan kalangan pengusaha swasta yang produknya sudah merintis pasar RRT seperti Garuda Food, Mayora, Kapal Api, dan made in Indonesia.

Daerah Otonomi Ningxia Hui merupakan wilayah yang berada di barat daya RRT yang berpenduduk sekitar 6 juta jiwa dan 36% di antaranya atau 2,2 juta jiwa adalah Muslim dari suku Hui. Sejalan dengan kebijakan pintu terbuka Pemerintah RRT, daerah ini menjalin kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan negara Islam, terutama negara-negara Arab. Kedekatan sejarah perdagangan melalui jalur sutera oleh Pemerintah RRT dijadikan platform kerjasama untuk mengembangkan ekonomi modern di Ningxia Hui.

Selain memanfaatkan sumber daya alam berupa batubara untuk memasok kebutuhan energi RRT dan pengembangan peralatan pertanian, Daerah Otonomi Ningxia Hui mengembangkan pula industri produk halal yang mencakup pangan dan sandang yang menjadi kebutuhan masyarakat Muslim.

Pemerintah RRT memberikan perlakuan khusus dan mengalokasikan dana jutaan dolar yuan untuk mengembangkan dan mengelola industri halal guna menjadikan Ningxia Hui sebagai pusat industri halal di seluruh Tiongkok.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads