"Negara kita mempunyai wilayah yang sangat luas dan kaya akan sumber daya alam, baik berupa hasil tambang maupun hasil bumi. Sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai dengan kata lain kebutuhan alat berat tidak akan pernah berhenti baik itu untuk sektor pertambangan, kehutanan, perkebunan, konstruksi," ungkap Presiden Direktur PT Gaya Makmur Tractors (GMT) Tjandi Mulyono saat ditemui di di acara Mining Exhibition di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Ia menambahkan, khusus di DKI Jakarta saja, kebutuhan alat berat sangat besar. Contohnya Pemrov DKI Jakarta dalam waktu dekat akan menghidupkan kembali proyek monorel dan MRT Jakarta yang telah lama mengalami mati suri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT GMT menyediakan peralatan penunjang seperti motor grader, wheel loader, bulldozer, excavator baik buatan Jepang, Jerman maupun China. Beberapa merek alat berat yang dijual seperti Wirtgen, Vogele dan HAMM dari Jerman, Takeuchi asal Jepang dan XCMG asal China.
Ia percaya dengan kondisi perekonomian global yang lesu saat ini, permintaan alat berat masih tetap tinggi.
"Dengan kondisi ekonomi global saat ini, kebutuhan alat berat di bidang infrastruktur diperkirakan masih tetap tinggi untuk beberapa tahun ke depan dengan banyaknya rencana pembangunan jalan serta infrastuktur lainnya di Indonesia," ujarnya.
(wij/hen)











































