"Contohnya kita selaku distributor alat berat menjual produk dengan dolar atau euro karena tidak mengurangi nilai saat kita mendatangkan dari negara asal," ungkap Presiden Direktur PT Gaya Makmur Tractor Tjandi Mulyono saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
PT GMT adalah distributor alat berat dari 3 negara yaitu Jepang, China dan Jerman. Ia memberikan contoh untuk produk pengaspalan jalan, merek Wirtgen dijual per unit seharga 800.000 Euro. Sedangkan Mini Excavator buatan China dijual dengan harga US$ 40.000/unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjandi tidak menutup kemungkinan menerima transaksi pembelian dalam bentuk rupiah. Tetapi dengan fluktuasi nilai rupiah saat ini, maka jumlah rupiah yang dikeluarkan jauh lebih banyak oleh pembeli.
"Ada yang pakai rupiah tetapi hitung-hitungannya rupiah yang dikeluarkan jauh lebih banyak. Oleh karena itu ada kenaikan harga 18-20% harga alat berat jika menggunakan mata uang rupiah," katanya.
(wij/hen)











































