Alat Berat yang Dijual di Indonesia Dibanderol Pakai Dolar dan Euro

Alat Berat yang Dijual di Indonesia Dibanderol Pakai Dolar dan Euro

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 04 Sep 2013 14:40 WIB
Alat Berat yang Dijual di Indonesia Dibanderol Pakai Dolar dan Euro
Jakarta - Patokan transaksi penjualan produk alat berat asal impor di dalam negeri masih berbasis dolar Amerika Serikat (AS) atau Euro. Bagi pelaku usaha, transaksi dengan menggunakan dua mata uang asing tersebut lebih praktis dan tidak mengurangi nilai karena fluktuasi kurs.

"Contohnya kita selaku distributor alat berat menjual produk dengan dolar atau euro karena tidak mengurangi nilai saat kita mendatangkan dari negara asal," ungkap Presiden Direktur PT Gaya Makmur Tractor Tjandi Mulyono saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

PT GMT adalah distributor alat berat dari 3 negara yaitu Jepang, China dan Jerman. Ia memberikan contoh untuk produk pengaspalan jalan, merek Wirtgen dijual per unit seharga 800.000 Euro. Sedangkan Mini Excavator buatan China dijual dengan harga US$ 40.000/unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mesin Wirtgen ini kita jual 800.000 Euro per unitnya yang dan yang mesin China itu US$ 40.000 sama 1 unit," imbuhnya.

Tjandi tidak menutup kemungkinan menerima transaksi pembelian dalam bentuk rupiah. Tetapi dengan fluktuasi nilai rupiah saat ini, maka jumlah rupiah yang dikeluarkan jauh lebih banyak oleh pembeli.

"Ada yang pakai rupiah tetapi hitung-hitungannya rupiah yang dikeluarkan jauh lebih banyak. Oleh karena itu ada kenaikan harga 18-20% harga alat berat jika menggunakan mata uang rupiah," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads