"Senin kita setop produksi, jadi besok Senin sampai Rabu tahu-tempe akan hilang di pasaran," ungkap Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo ketika dihubungi detikFinance, Minggu (8/9/2013).
Dikatakan Sutaryo, untuk hari ini para pengrajin tahu tempe masih produksi sehingga masih ditemukan tempe maupun tahu di Jabodetabek. Namun mulai besok jangan harap bisa menemukan makanan populer ini di pasar-pasar Jabodetabek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mogok produksi perajin tahu-tempe ini kata Sutaryo karena terus melonjaknya harga kedela akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini. Dampaknya harga kedelai di tingkat perajin tembus di atas Rp 10.000/Kg, padahal pemerintah sempat mematok harga maksimal Rp 7.450/Kg, walaupun kini aturan ini sudah dicabut.
"Harga kedelai terus naik, rupiah melemah harga kedelai naik lagi, kita naikkan harga tahu-tempe hari ini, besok kedelai naik lagi," tandasnya.
(rrd/hen)











































