Mogok Produksi, Perajin Tahu Tempe di Jakarta Rugi Rp 2,9 Miliar/Hari

Mogok Produksi, Perajin Tahu Tempe di Jakarta Rugi Rp 2,9 Miliar/Hari

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 11:45 WIB
Mogok Produksi, Perajin Tahu Tempe di Jakarta Rugi Rp 2,9 Miliar/Hari
Jakarta - Para perajin tahu tempe di Jabodetabek selama 3 hari mogok produksi. Mereka mengaku mengalami kehilangan pendapatan miliaran rupiah per hari.

Menurut Ketua II Gabungan Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo, jumlah kerugian perajin tahu-tempe di Jakarta saja mencapai Rp 2,9 miliar/hari. Kebutuhan kedelai di Jakarta saat ini rata-rata 10.000 ton per bulan atau kurang lebih 330 ton/hari.

"Setiap hari biasanya Gakoptindo menggunakan 330 ton kedelai (Jakarta). Jika harganya 1 kg kedelai Rp 9.000/kg, maka jumlah kerugian kita mencapai Rp 2,9 miliar/hari," ungkap Sutaryo kepada detikFinance, Senin (9/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan saat ini jumlah perajin tahu-tempe selurh Indonesia mencapau 115.000 perajin. Para perajin tersebar di 33 provinsi.

"Semua provinsi jumlah perajinnya lebih dari 115.000. Yang paling besar itu para perajin ada di Aceh, Palembang dan Pulau Jawa," imbuhnya.

Salah satu yang menjadi pemicu mogoknya para perajin tahu dan tempe mulai hari ini adalah karena harga kedelai yang terus melambung. Melambungnya harga kedelai disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Padahal harga normal kedelai hanya Rp 7.500-7.700/kg, saat ini sudah Rp 9.000/kg bahkan ada yang sudah Rp 10.000/kg. Sebabnya karena nilai tukar rupiah yang terus anjlok," cetusnya.

Sutaryo pernah mengatakan kebutuhan kedelai di Jakarta saat ini rata-rata 10.000 ton per bulan. Sementara total kebutuhan kedelai secara nasional mencapai 2,4 juta ton per tahun, sebanyak 80% dipakai untuk tempe dan tahu. Dari total kebutuhan 2,4 juta ton, sebanyak 600.000-700.000 ton dipasok dari dalam negeri sementara kedelai impor mencapai 1,7 juta-1,8 juta ton.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads