"Sekitar 2,6 juta ton/tahun kebutuhan gula konsumsi kita, sekitar 2,3 -2,4 juta ton/tahun bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri," tutur Sekjen Kementerian Perdagangan Gunaryo saat ditemui di Kantor Kemendag Jakarta, Selasa (17/9/2013).
Sedangkan untuk kebutuhan gula industri atau gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman, Indonesia sepenuhnya masih mengandalkan impor 100%. Oleh karena itu, setiap tahun Indonesia rutin melakukan impor raw sugar. Raw sugar yang diimpor akan diolah oleh industri gula rafinasi di dalam negeri agar siap dipakai untuk konsumen industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gunaryo keberadaan 8 pabrik gula rafinasi tidak harus dipermasalahkan oleh petani tebu. Alasannya 8 pabrik ini menjadi harapan sektor industri untuk memenuhi kebutuhan gulanya.
"Iya, mereka (8 pabrik) kan berdiri jauh hari sudah sekian tahun lalu, didedikasikan untuk menggiling raw sugar yang bahan bakunya diminta industri," cetusnya.
Para petani tebu yang tergabung dalam APTRI berdemo hari ini. Mereka memprotes soal membanjirnya gula rafinasi ke pasar umum karena merusak harga lelang tebu dan gula petani.
(wij/hen)











































