Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika tanaman tembakau ditemukan di hampir seluruh negara di dunia. Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan Food and Agriculture Organization (FAO), bahwa sekitar 100 negara tercatat sebagai penghasil tembakau.
FAO juga menyebut rata-rata jumlah produksi tembakau dunia setiap tahun mencapai 6,5 juta ton. Negara mana saja pemasok tembakau terbesar dunia? Berikut ini 6 negara terbesar penghasil tembakau versi FAO seperti dikutip, Kamis (3/10/2013.
6. Indonesia
|
|
Indonesia menjadi negara keenam penghasil tembakau terbesar dunia denganΒ jumlah rata-rata produksi tembakau sebesar 164.851 ton/tahun. Hasil panen tembakau di Indonesia mampu menyumbang 2,67% daun tembakau dari pasokan global. Namun, jumlah produksi tersebut bukanlah angka tertinggi selama 20 tahun terakhir. Tahun 2001 produksi tembakau Indonesia mencapai 200.000 ton lebih. Permintaan tembakau dalam negeri terus meningkat setiap tahunnya.
5. Argentina
|
|
Argentina memiliki lahan peranian tembakau sekitar 831,75 dengan jumlah panen 776 kilometer persegi. Argentina menyumbang 2,76% stok tembakau dunia dan sebagian besar hasil tembakau diekspor ke berbagai negara. Argentina adalah negara kelima penyumbang tembakau terbesar dunia.
4. Amerika Serikat
|
|
Di Amerika, tembakau tumbuh subur di 21 negara bagian. Negara bagian Kentucky dan North Carolina merupakan penghasil tembakau terbesar, yaitu mencapai dua pertiga dari tembakau yang ditanam di Amerika. Total produksi dari semua jenis tembakau Amerika diperkirakan mencapai 805 juta pounds dari sekitar 354.000 hektare lahan penanaman tembakau Amerika.
3. India
|
|
Rata-rata jumlah produksi tembakau India mencapai 555.000 ton/tahun dan menguasai sekitar 8,43% tembakau dunia. Dengan angka tersebut, India mencatatkan namanya sebagai negara ketiga penghasil tembakau terbesar dunia.
2. Brasil
|
|
1. China
|
|
Dari total produksi tembakau China, hanya 5% saja yang diekspor. Selebihnya, China menggunakan tembakau untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan selama Januari-Juni 2007, industri tembakau China mendaftarkan keuntungan sebelum pajak lebih dari 200 miliar yuan atau setara dengan US$ 27 miliar. Angka tersebut tidak lepas dari pemberlakuan sistem monopoli industri tembakau oleh pemerintah.
Halaman 2 dari 7











































