Punya Banyak Ikan Patin, Tapi RI Ketergantungan Impor dari Thailand

Punya Banyak Ikan Patin, Tapi RI Ketergantungan Impor dari Thailand

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 09 Okt 2013 15:17 WIB
Punya Banyak Ikan Patin, Tapi RI Ketergantungan Impor dari Thailand
Jakarta - Meski ikan patin banyak diproduksi di dalam negeri, namun siapa sangka Indonesia masih ketergantungan impor daging ikan patin olahan (fillet Patin) dari Thailand hingga saat ini.

"Saat ini kita masih terus mendatangkan fillet Patin setiap bulannya dari Thailand," ungkap Dirjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P. Hutagalung saat rapat kerja impor pangan dan produk hortikultura dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Menurut Saut, setiap bulan Indonesia rutin mengimpor 700 ton fillet Patin asal Thailand. Hal ini terjadi, karena harga daging patin olahan asal Thailand jauh lebih murah dibandingkan di dalam negeri. Padahal Indonesia mempunyai 6 pabrik pengolahan ikan patin dengan kapasitas produksi 350 ton/bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contohnya kita impor fillet Patin 700 ton/bulan karena harga Fillet Patin di dalam negeri 1 kg Rp 33.000. Sedangkan kalau produk impor hanya Rp 8.000/kg. Memang saat ini baru ada 6 pabrik pengolahan Fillet Patin dengan kapasitas produksi 350 ton/bulan," imbuhnya.

Pihaknya menyadari untuk terus menggenjot kapasitas produksi Fillet Patin adalah dengan membangun banyak pabrik pengolahan ikan di dalam negeri. Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen untuk menekan laju impor produk ikan dan ikan mentah hingga 23%/tahun.

"Impor produk ikan dan ikan mentah kita akan kendalikan untuk memberikan perlindungan cukup kepada nelayan dan budidaya ikan. Jika tidak, maka produk impor akan membajiri kita sehingga harga di produsen jatuh. Kemudian pengendalian impor kita lakukan untuk memberikan kontribusi kepada industri pengolahan. Jika tidak kita kendalikan maka sulit untuk kita tumbuh. Kita tekan impor hingga 23%/tahunnya," cetusnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads