Pilih Ada Mobil Murah atau Ketahanan Pangan?

Pilih Ada Mobil Murah atau Ketahanan Pangan?

- detikFinance
Selasa, 22 Okt 2013 17:32 WIB
Pilih Ada Mobil Murah atau Ketahanan Pangan?
ilustrasi
Jakarta - Nada-nada penolakan terus bermunculan meski mobil murah atau Low Cost and Green Car (LCGC) sudah meluncur di jalanan. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan permasalahan ketahanan pangan Indonesia yang masih rajin impor pangan.

Pengamat transportasi Dharmaningtyas menganggap mencapai ketahanan pangan jauh lebih penting daripada harus membuat industri mobil murah yang membuat kemacetan di kota-kota besar.

"Kalau kita mau punya ketahanan kuat, bukan punya mobil, tapi wujudkan ketahanan pangan," kata Dharmaningtyas dalam sebuah diskusi bertajuk Mobil Murah Dampak dan Solusinya di Gedung Balitbang Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Timur, Selasa (22/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengkritik pertimbangan pemerintah meluncurkan program mobil murah demi alasan menekan impor mobil dari negara-negara tetangga. Menurutnya, impor pangan yang saat ini gencar dilakukan untuk beberapa komoditi justru menguras anggaran dan devisa negara dan lebih penting.

"Menurut saya total biaya impor untuk mobil itu jauh lebih kecil bandingkan cost impor bahan pangan. Jadi ini mesti harus jadi perhatian jauh lebih besar takutnya daripada dibanjiri mobil impor," katanya.

Selain itu menurutnya mobil murah tidak dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, melainkan hanya segelintir orang yang berduit saja. "Mobil itu difungsikan untuk mereka yang mempunyai uang, kalau pangan kan semua, seluruh warga," tutupnya.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads