Pengamat transportasi Dharmaningtyas menganggap mencapai ketahanan pangan jauh lebih penting daripada harus membuat industri mobil murah yang membuat kemacetan di kota-kota besar.
"Kalau kita mau punya ketahanan kuat, bukan punya mobil, tapi wujudkan ketahanan pangan," kata Dharmaningtyas dalam sebuah diskusi bertajuk Mobil Murah Dampak dan Solusinya di Gedung Balitbang Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Timur, Selasa (22/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya total biaya impor untuk mobil itu jauh lebih kecil bandingkan cost impor bahan pangan. Jadi ini mesti harus jadi perhatian jauh lebih besar takutnya daripada dibanjiri mobil impor," katanya.
Selain itu menurutnya mobil murah tidak dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, melainkan hanya segelintir orang yang berduit saja. "Mobil itu difungsikan untuk mereka yang mempunyai uang, kalau pangan kan semua, seluruh warga," tutupnya.
(zul/hen)











































