Astra: Pasar Otomotif Tahun Depan Bakal Flat

Astra: Pasar Otomotif Tahun Depan Bakal Flat

- detikFinance
Sabtu, 09 Nov 2013 12:45 WIB
Astra: Pasar Otomotif Tahun Depan Bakal Flat
Bandung - PT Astra Internasional Tbk (ASII) memperkirakan pasar otomotif di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini alias 'flat'. Hal ini karena kondisi perekonomian global di tahun depan masih belum akan stabil.

"Proyeksi kemungkinan pasar otomotif flat di 1,2 juta unit di tahun depan (sama dengan target tahun ini). Banyak orang mengatakan dunia masih belum baik dampaknya pasti akan ke Indonesia, berarti kan akan ada dampaknya jadi proyeksi pesimis adalah flat," kata Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto saat acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2013 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/11/2013).

Namun, kata dia, pihaknya masih tetap optimis jika perusahaannya masih akan memimpin pangsa pasar otomotif di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dulu kalau kita khawatir, kita turunkan proyeksi 10%, tapi sekarang dengan pertumbuhan kelas menengah naik, jadi proyeksi pertumbuhan flat. Market share kita masih 50-55%, selama market share di atas 50%, we are fine," tegasnya.

Prijono menyebutkan, meskipun ditargetkan flat di tahun depan, namun pihaknya yakin pasr otomotif masih banyak diminati. Hingga Oktober 2013 saja, penjualan mobil sudah menembus angka 1 juta unit.

"Bersyukur bahwa perusahaan demand meningkat, penjualan motor dan mobil masih baik. Mobil naik 11% bahkan di bulan Oktober sudah tembus 1 juta. Selama market share Astra di atas 50% nggak masalah," kata dia.

Untuk mempertahankan tetap memimpin pangsa pasar, Prijono menjelaskan, dengan banyaknya anak usaha di berbagai bidang usaha justru menjadi kekuatan tersendiri untuk tetap menggenjot pasar otomotif perseroan di Indonesia.

"Keuntungan kami meng-cover seluruh mata rantai dari pembuatan komponen sampai mobil bekas. Komponen, assembly, dealer, finance itu jadi sinergi baik. Ini jadi satu kekuatan dan terbukti jadi dewa penolong," ujar dia.

Prijono menambahkan, banyaknya kompetitor otomotif saat ini justru menjadi pemacu semangat untuk bisa bekerja lebih baik.

Sebagai contoh, program mobil murah dan ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) saat ini sudah diikuti beberapa perusahaan otomotif. Hal ini menjadi persaingan di industri otomotif yang lebih ketat.

"Kompetisi akan lebih ketat, itu normal. LCGC saja sudah diikuti 5 merek, Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan dan Suzuki dan mereka akan keluar semua dalam waktu dekat. Semua bekerja keras membuat paket-paket. LCGC dibuka 5 merek ya harus gitu nggak boleh sendirian biar ada kompetisinya," pungkasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads