Perusahaan petrokimia asal Korea Selatan (Korsel), Honam Petrochemical akan merealisasikan pembangunan pabrik mereka di Indonesia, tahun depan. Akhir tahun ini delegasi Honam akan berkunjung ke Indonesia untuk menindaklanjuti rencana investasi mereka yang ditaksir US$ 6 miliar.
"Honam? Akan datang bulan Desember, mudah-mudahan bisa final. Duta besar di Korea kirim surat ke saya dan mengadakan rapat, hasilnya sudah disampaikan ke saya. Sudah negosiasi mengenai harga, pembebasan lahan dan mereka mau datang ke sini untuk memastikan semua kesepakatan. Konstruksi tahun depan," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian Jalan Gatot Subroto Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Hidayat belum bisa merinci berapa besar investasi dan lokasi pabrik yang nanti akan dibangun. Kehadiran Honam diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk petrokimia yang cukup tinggi. Produk petrokimia salah satu bahan baku yang setiap tahun diimpor Indonesia dengan jumlah yang cukup besar untuk kebutuhan industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik Krakatau Posco Korea Diresmikan
Hidayat juga mengatakan dalam rangka mengurangi impor baja, akhir tahun ini pemerintah akan meresmikan pabrik baja PT Krakatau Posco di Cilegon, Banten. Pabrik ini merupakan kerjasama antara Posco Korea Selatan dengan PT Krakatau Steel.
"Satu hal yang kami lakukan dengan memperkuat industri hulunya seperti akhir tahun ini ada peresmian pabrik besi baja di Krakatau Posco. Itu kalau nanti mulai Januari mulai produksi dia akan mengurangi konsumsi plat baja, itu sebagai contoh. Semua tujuannya bisa substitusi impor. Jadi hampir semua sektor penting ditangani, termasuk petrokimia," katanya.
Menurut Hidayat pemerintah tidak tinggal diam melihat defisit neraca perdagangan Indonesia yang semakin tinggi karena banyaknya barang impor. Adanya realisasi investasi tersebut sebagai jawaban dari masalah tersebut.
"Besi baja dan juga kimia yang sekarang ini kita bekerja keras agar impor bahan baku kimia bisa berkurang karena besar sekali yang masuk. Saya sedang mengawal investasi besar yang akan masuk, saya juga ingin menghidupkan investasi Pertamina untuk Petrokimia itu semua dalam rangka mengurangi impor yang tinggi," cetusnya.
(wij/hen)











































