Wamen ESDM Yakin Tak Ada Perusahaan Berani Selundupkan Tambang mentah

Wamen ESDM Yakin Tak Ada Perusahaan Berani Selundupkan Tambang mentah

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 06 Des 2013 15:19 WIB
Wamen ESDM Yakin Tak Ada Perusahaan Berani Selundupkan Tambang mentah
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Mulai 12 Januari 2013, pemerintah melarang ekspor tambang mentah di Indonesia. Tak akan ada perusahaan yang berani menyelundupkan tambang mentah, karena izin operasinya akan dicabut.

"Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan surat edaran, bahwa tidak ada satu pun mineral mentah yang diekspor, pelabuhan-pelabuhan tikus akan dikontrol, semua ekspor bijih mineral dihentikan, kalau ada yang ekspor berarti itu ilegal, yang jelas surat izin ekspor tidak akan dikeluarkan dari Dirjen Minerba," ungkap Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Susilo yakin, pengawasan yang akan dilakukan pemerintah terhadap penyelundupan tambang mentah akan ketat. Sehingga tidak akan ada perusahaan yang diam-diam menyelundupkan tambang mntahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka nggak akan bisa menyelundup, bagaimana menyelundupnya? Kan pelabuhannya Freeport cuma di Timika, masa mau diangkut diam-diam 200.000 ton per hari ditentang ke Papua atau ke Papua Nugini. Kalau di daerah sekitar Sulawesi dan Kalimantan mungkin banyak pelabuhan tikusnya, tapi itu akan diperketat pengawasannya, ketahuan tangkap polisi, izin otomatis dicabut, KPK juga sudah turun tangan untuk pelabuhan tikus ini," tegas Susilo.

Untuk mengatasi penghentian ekspor mineral mentah ini, susilodirinya menyarankan perusahaan-perusahaan segera mempercepat penyelesaian pembangunan smelter.

"Yang jelas era Indonesia ekspor tanah air tidak akan ada lagi," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads