"Kita lihat education level. Jujur saja Indonesia kalah dengan filipina," ungkap Chatib di Hotel Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (12/12/2013)
Ia menuturkan untuk perbaikan pendidikan secara komperhensif diperlukan cara jangka menengah dan panjang. Chatib memiliki ide untuk peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam jangka pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita berikan tax allowance untuk perusahaan yang bangun research and development-nya di Indonesia," sebutnya.
Ia mengaku ini tengah dibahas secara intensif. Tujuannya agar semua sektor itu dapat menikmati insentif. Pemerintah perlu mencari format agar tidak bertabrakan dengan undang-undang.
"Concern saya RnD nya harus seperti apa sehingga dia tidak di-abuse. ini masih di dalam tahap at the very infant stage. Tetapi, saya minta ke BKF sejak beberapa bulan lalu, kita harus prepare dan hasilnya saya tahu tidak akan muncul di dalam administrasi ini," ujar Chatib.
Chatib menuturkan ini telah menjadi praktek oleh negara-negara lain. Ini kemudian bisa dipraktekan di dalam negeri.
"Indonesia bukan satu-satunya negara yang menerapkan RnD tuk insentif. Kita bisa belajar dari pengalaman negara lain. Baik yang untuk training untuk apa, idenya sudah ada. tapi perlu dijabarkan pengawasannya," paparnya.
(mkl/ang)











































