Apa Penyebab Molornya Investasi Foxconn?

Apa Penyebab Molornya Investasi Foxconn?

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 13 Jan 2014 08:49 WIB
Apa Penyebab Molornya Investasi Foxconn?
Jakarta - Perusahaan produsen komponen elektronika terbesar di Taiwan Foxconn Technology Group hingga saat ini belum merealisasikan investasinya di Indonesia. Belum ada kejelasan kapan Foxconn akan menanamkan modalnya.

Sejak awal, disebutkan pemerintah Foxconn siap menanamkan investasinya di tahun 2012. Bahkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat itu menyebut, Foxconn siap berproduksi 25 Desember 2012. Namun jangankan mulai produksi, pabriknya pun belum kelihatan wujudnya.

Kabar terakhir keluar dari mulut Menteri Perindustrian MS Hidayat. Mantan Ketua Kadin ini mengatakan Foxconn masih berunding dengan mitra lokal dalam negeri. Persayaratan dari Foxconn sendiri cukup berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Foxconn tetap ingin investasi di Indonesia. Persyaratan mereka banyak, ketat, dan calon partnernya belum selesai berunding," kata MS Hidayat beberapa waktu lalu. Hidayat menargetkan tahun ini Foxconn siap berproduksi.

Partner yang dikabarkan telah ditunjuk Foxconn adalah Erajaya Swasembada dan Agung Sedayu Group dalam menyediakan lahan untuk pembuat komponen iPad dan iPhone ini.

Namun, info yang sedikit berbeda disebutkan oleh Direktur Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian C Triharso. Dia menyebut, hingga saat ini belum ada kejelasan dari Foxconn sendiri kapan dia mulai berinvestasi. Dia memang membenarkan Foxconn belum menemui kesepakatan dengan mitra lokal tanpa menyebut Erajaya Swasembada dan Agung Sedayu Group.

"Ya nggak deal sama partner-nya. Sementara ini saya nggak bisa nyebutin partner-nya. Tapi yang dulu-dulu ketemu sudah nggak ada kelanjutannya. Yang kita ajak bareng-bareng, proposal sudah disampaikan, nggak ada kelanjutannya," kata Triharso kepada detikFinance pekan lalu dikutip Senin (13/1/2013).

Tri mengungkapkan ada sekitar 5 calon yang mengajukan proposal kerjasama dengan Foxconn. Mereka difasilitasi pemerintah untuk melakukan perundingan. Namun, hasilnya belum ada yang menunjukkan hal yang positif.

Lokasi yang dikabarkan sudah dilirik Foxconn ialah Cikande, da Yogyakarta. Namun menurut Triharso lokasi tersebut pun belum pasti.

"Itu kan info basi itu, itu info lama," sebutnya.

Tri beranggapan perundingan antara Foxconn dan mitra lokal belum sepakat mengenai harga lahan. Namun menurutnya itu semata-mata anggapan dirinya saja.

"Soal lahan. Yang saya tangkap itu. Tapi ini perlu dipertanyakan lagi," katanya.

Saat detikFinance mencoba menghubungi pihak Erajaya Swasembada yang disebut mitra lokal Foxconn, belum ada respon. Baik dari CEO Erajaya Budiarto Halim maupun Sekretaris Perusahannya Djatmiko Wardoyo.

Jadi, apakah Foxconn benar-benar serius akan berinvestasi di Indonesia? Apa yang jadi masalah rencana ini molor hingga 1 tahun lebih?

(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads