Dari pertemuan yang berlangsung 45 menit itu, Foke berbicara perihal penugasannya sebagai Dubes Indonesia untuk Jerman, dan Hidayat menitipkan sesuatu ke Foke, apa itu?
"Saya cuma bertukar pikiran dalam rangka penugasan kita yang baru. Saya ingin pandangan dari Pak Menteri mengenai hal-hal yang perlu saya perhatikan. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya di sana," kata Foke usai bertemu Hidayat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foke menyebut, salah satu contohnya ialah terkait industri tekstil. Saat ini, Jerman menjadi negara pembuat mesin tekstil dengan kualitas bagus, namun dengan harga yang mahal. Dalam program pemerintah merehabilitasi pabrik teksti di Indonesia, Foke diharapkan bisa melobi Jerman agar mau berinvestasi di Indonesia.
"Sekarang bagaimana membuat mereka supaya tertarik bikin industri mesin tekstil dengan harga yang bersaing. Itu tadi dititipkan pada saya," kata pria berkumis ini.
Selain itu, Foke juga mengatakan, dirinya diharapkan agar bisa mengundang Jerman membantu menciptakan industri terampil di Indonesia. Sekarang ini, dirasakan sangat kurang dan dibutuhkan untuk industri maju seperti otomotif.
"Jadi pabrik mobil VW itu mau masuk ke sini. Mereka tentu membutuhkan tenaga terampil yang tidak sedikit. Bagaimana menciptakan tenaga terampil ini dalam waktu yang tidak begitu lama," jelasnya.
Contoh lain adalah di industri pesawat terbang. Foke mengatakan, Indonesia bisa diharapkan memiliki industri perawatan pesawat terbang yang baik.
"Misalnya maintenance aircraft dan aeronautic industry yang dulu dilakukan di Indonesia, tapi sekarang hub-nya yang paling besar itu di Singapura. Sepantasnya karena kebutuhannya ada di Indonesia, itunya di Indonesia," papar Foke.
Pertemuan Foke dengan Hidayat berlangsung pada sejak pukul 14.30 WIB, dan selesai sekitar pukul 15.15 WIB atau selama 45 menit.
(/)











































